Motif Pembunuhan di Majene Terungkap, Pelaku Tersinggung Disebut Sering Datang Berutang
Sebuah kasus pembunuhan yang terjadi di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), akhirnya terungkap setelah polisi melakukan penyelidikan mendalam. Kasus ini melibatkan seorang wanita berinisial MTH (39) yang nekat menghabisi nyawa kerabatnya sendiri, NR (65), karena tersinggung dengan ucapan korban.
Kasatreskrim Polres Majene, AKP Fredy, menjelaskan bahwa motif utama dari tindakan pelaku adalah rasa kesal terhadap ucapan korban yang menyebutnya sering datang berutang. Peristiwa ini terjadi setelah pelaku datang ke rumah korban untuk mengklarifikasi masalah pinjaman uang.
Kondisi Awal dan Peristiwa Pembunuhan
Awalnya, polisi menerima laporan tentang kebakaran rumah milik korban. Saat petugas tiba di lokasi, mereka menemukan korban dalam kondisi terbakar di dalam rumah. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan adanya luka akibat benda tumpul di bagian kepala korban, sehingga memicu kecurigaan terhadap adanya tindak kekerasan sebelum kebakaran terjadi.
Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa korban telah dianiaya hingga meninggal dunia sebelum rumahnya dibakar. Kejadian ini terjadi saat pelaku datang ke rumah korban untuk membahas masalah pinjaman uang. Dalam percakapan tersebut, korban disebutkan memberi peringatan keras kepada pelaku agar tidak menceritakan ke orang lain jika ia datang meminjam uang.

Peristiwa Pembunuhan yang Memilukan
Perbincangan keduanya berlangsung di ruang tamu hingga situasi memanas. Korban berbicara dengan suara keras, menyatakan bahwa pelaku selalu datang ingin berutang meskipun mereka tidak saling kenal dekat. Ucapan itu membuat pelaku emosi dan langsung menuju dapur untuk mengambil batu ulekan.
Setelah itu, pelaku memukul kepala korban berulang kali hingga korban terjatuh. Korban sempat berteriak meminta pertolongan, namun pelaku kembali menghantam kepala korban hingga meninggal dunia. Setelah korban tewas, pelaku panik dan berusaha menghilangkan jejak dengan membakar tisu dan pakaian daster di dalam kamar korban.
Penangkapan dan Barang Bukti
Setelah melakukan penyelidikan intensif, polisi berhasil menangkap pelaku beserta sejumlah barang bukti. Barang bukti yang diamankan antara lain batu ulekan, jam tangan, sepeda motor, telepon genggam, serta pakaian warna hitam milik pelaku.
Pelaku kemudian meninggalkan rumah dalam keadaan terkunci dan membuang kunci rumah ke semak-semak. Hal ini menunjukkan upaya pelaku untuk menciptakan kesan bahwa kejadian tersebut terjadi secara alami.
Penutup
Kasus ini menjadi peringatan penting akan bahaya emosi yang tidak terkontrol, terutama ketika seseorang merasa tersinggung oleh ucapan orang lain. Selain itu, kasus ini juga menunjukkan betapa pentingnya proses penyelidikan oleh aparat kepolisian dalam mengungkap kebenaran di balik kejadian yang tampaknya sederhana.
Posting Komentar untuk "Karena Kata Utang, Wanita di Majene Bunuh Kerabat dengan Batu Ulekan"