:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/warga-antalisa-ff-soal-PLN.jpg)
Warga Kampung Antalisa Resah dengan Layanan Listrik yang Tidak Maksimal
Warga Kampung Antalisa, Distrik Karas, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, sedang mengalami ketidakpuasan terhadap layanan listrik yang disediakan oleh PLN. Masalah ini telah berlangsung selama beberapa bulan dan mulai memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.
Rhikin, salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa pasokan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hanya berjalan selama tiga jam setiap harinya. Ia menyebutkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung selama lima bulan terakhir, sehingga menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
“Kami cukup menyayangkan dan menjadi pertanyaan kenapa cuma tiga jam menyala. Masyarakat sudah resah namun belum digubris,” ujar Rhikin kepada , Senin (11/5/2026).
Rhikin menambahkan bahwa meskipun sempat beredar kabar bahwa tim akan turun melakukan pengecekan, hingga kini belum ada tindak lanjut yang jelas. Ia menegaskan bahwa PLTS yang dioperasikan PLN Fakfak seharusnya menjadi solusi kebutuhan listrik masyarakat selama 24 jam.
“Kami butuh perhatian PLN Fakfak dan Pemerintah Daerah, karena harapan masyarakat listrik harus nyala penuh,” katanya.
Menurutnya, listrik sangat vital bagi warga Kampung Antalisa, terutama untuk kebutuhan rumah tangga dan usaha perikanan. Dalam keterangannya, ia menyebutkan bahwa alat seperti freezer dan kulkas sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil.
“Freezer, kulkas, dan usaha ikan sangat bergantung pada listrik. Ini menyangkut kebutuhan dasar manusia,” tegasnya.
Warga Kampung Antalisa juga berharap agar kerusakan PLTS segera diperbaiki agar bisa kembali beroperasi penuh. Mereka merasa kesal karena meskipun telah membeli pulsa listrik, kondisi pasokan yang tidak memadai membuat mereka sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami sudah membeli pulsa listrik, tapi kalau hanya menyala tiga jam, apa yang bisa diharapkan?” pungkas Rhikin.
Permasalahan yang Dihadapi Warga
- Pasokan listrik yang tidak stabil: Hanya tiga jam per hari, padahal kebutuhan masyarakat sangat tinggi.
- Kerugian ekonomi: Usaha perikanan dan rumah tangga terganggu akibat kurangnya pasokan listrik.
- Ketidakpuasan terhadap pelayanan PLN: Masyarakat merasa tidak mendapat perhatian yang cukup dari pihak terkait.
- Harapan untuk perbaikan: Warga berharap agar PLTS segera diperbaiki agar dapat beroperasi secara optimal.
Solusi yang Diharapkan
Warga Kampung Antalisa berharap pihak PLN dan pemerintah daerah segera mengambil langkah-langkah konkret untuk memperbaiki kondisi PLTS. Beberapa solusi yang diusulkan antara lain:
- Pemeliharaan rutin: Memastikan PLTS dalam kondisi baik dan tidak mengalami gangguan.
- Peningkatan kapasitas: Jika diperlukan, meningkatkan kapasitas PLTS agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
- Komunikasi yang lebih baik: Memberikan informasi yang jelas dan transparan kepada masyarakat tentang status dan rencana perbaikan.
Dengan adanya perbaikan yang signifikan, diharapkan kehidupan masyarakat di Kampung Antalisa dapat kembali normal dan lebih sejahtera.
Posting Komentar untuk "Warga Antalisa Keluhkan Layanan PLN Fakfak: Listrik PLTS Hanya 3 Jam Sehari"