zmedia

Heboh AC Kantor Pemerintah di Polman Raib Satu per Satu, Polisi Tangkap ASN

Polisi mengamankan pria di kawasan perkantoran Polewali Mandar terkait kasus hilangnya aset pemerintah daerah.

Kasus hilangnya aset milik Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar belakangan menjadi perhatian warga setelah polisi mengamankan seorang aparatur sipil negara (ASN) yang diduga terlibat pencurian puluhan unit pendingin ruangan atau AC di lingkungan kantor pemerintahan.

Pria berinisial AA (44), warga Kecamatan Polewali, diamankan aparat kepolisian pada Sabtu siang di kawasan Kantor Pemda Polman. Informasi penangkapan tersebut langsung menyebar cepat di media sosial maupun grup percakapan warga dan menjadi pembahasan di berbagai kalangan masyarakat.

Sejumlah warga mengaku cukup terkejut karena kasus kehilangan aset daerah itu diduga melibatkan ASN aktif yang bekerja di lingkungan pemerintahan sendiri.

“Awalnya banyak yang kira AC-nya memang dipindahkan atau sedang diperbaiki,” ujar salah satu pegawai yang berada di sekitar kompleks kantor bupati.

Kasus tersebut mulai terungkap setelah petugas jaga kantor menyadari beberapa unit AC di sejumlah ruangan tidak lagi berada di tempatnya. Kondisi itu pertama kali diketahui setelah aktivitas kantor kembali berjalan normal usai akhir pekan.

Saat itu, beberapa pegawai sempat mengira pendingin ruangan sedang dibersihkan atau dipindahkan sementara ke ruangan lain. Namun setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, ternyata jumlah AC yang hilang bukan hanya satu atau dua unit.

Beberapa ruangan di area sekretariat hingga sejumlah bidang pemerintahan disebut ikut kehilangan pendingin ruangan.

Laporan kehilangan tersebut kemudian diteruskan kepada pengelola aset daerah dan selanjutnya dilaporkan ke pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga aksi pencurian sudah berlangsung beberapa kali sejak awal tahun 2026. Pelaku disebut memanfaatkan kondisi kantor yang relatif sepi saat akhir pekan maupun hari libur untuk menjalankan aksinya.

Di waktu seperti itu, aktivitas pegawai memang jauh berkurang sehingga kawasan perkantoran terlihat lebih lengang dibanding hari kerja biasa.

“Kalau Sabtu sama Minggu memang suasana kantor jauh lebih sepi,” kata salah satu warga yang sering melintas di kawasan perkantoran Pemkab Polman.

Polisi menduga pelaku mengambil barang secara bertahap agar tidak terlalu mudah menimbulkan kecurigaan dari pegawai maupun petugas keamanan.

Beberapa warga bahkan mengaku tidak terlalu curiga karena mengira aktivitas pemindahan barang tersebut masih berkaitan dengan urusan kantor biasa.

Di lingkungan Kantor Bupati Polman sendiri, kasus tersebut mulai ramai dibicarakan setelah beberapa pegawai menyadari pendingin ruangan di kantor mereka sudah tidak lagi terpasang.

Sebagian pegawai bahkan mengaku baru mengetahui AC benar-benar hilang setelah dilakukan pendataan ulang inventaris kantor.

Beberapa ruangan terlihat tidak lagi menggunakan pendingin ruangan saat aktivitas pelayanan berlangsung.

“Awalnya dikira rusak atau lagi dibawa servis,” ujar salah satu pegawai lainnya.

Kondisi tersebut membuat sejumlah pegawai mulai mempertanyakan pengawasan aset di lingkungan kantor pemerintahan.

Tidak sedikit pegawai yang mengaku baru sadar jumlah AC yang hilang ternyata cukup banyak setelah kasus tersebut mulai ramai diberitakan.

Selain di kompleks Kantor Bupati Polman, polisi juga menemukan dugaan kehilangan aset di beberapa kantor pemerintahan lainnya.

Dalam pemeriksaan sementara, pelaku disebut mengaku pernah mengambil barang dari Gedung PKK Madatte hingga kantor dinas lain di kawasan pemerintahan.

Kasus kemudian berkembang setelah aparat turut mengamankan seorang pria berinisial AR (36) yang diduga menerima barang hasil curian.

Polisi masih melakukan pendalaman terkait ke mana saja barang-barang tersebut dijual serta kemungkinan adanya lokasi lain yang ikut menjadi sasaran pencurian.

Beberapa barang yang diduga hasil curian disebut sudah berpindah tangan dan dijual ke luar daerah.

Sejumlah warga mengaku heran karena kehilangan aset dalam jumlah cukup besar baru diketahui setelah berlangsung beberapa bulan.

“Kalau hilangnya sampai puluhan unit berarti memang sudah sering terjadi,” ujar salah satu warga Polewali saat ditemui di sekitar kawasan perkantoran.

Di media sosial, pembahasan mengenai kasus tersebut juga mulai ramai sejak akhir pekan. Beberapa warga mempertanyakan bagaimana barang berukuran besar seperti AC bisa keluar dari area kantor tanpa menimbulkan kecurigaan.

Tidak sedikit masyarakat yang menilai kasus tersebut menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan aset pemerintah daerah.

Kasus seperti ini juga membuat sebagian warga kembali menyoroti pengawasan aset dan jabatan di lingkungan pemerintahan.

Sebelumnya, publik juga sempat menyoroti kasus dugaan korupsi mantan kepala daerah yang ramai diperbincangkan di Bekasi. Kasus tersebut masih ramai dibahas warga di media sosial.

Sebagian warga juga berharap ada evaluasi terhadap sistem pengawasan aset maupun keamanan kantor pemerintahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Belakangan ini, beberapa kasus yang berkaitan dengan pengelolaan pemerintahan dan penyalahgunaan jabatan juga mulai ramai menjadi perhatian publik di berbagai daerah.

“Kalau barang kantor saja bisa hilang terus tentu masyarakat juga jadi bertanya-tanya,” kata seorang warga lainnya.

Sementara itu, aktivitas di kawasan Kantor Bupati Polman tetap terlihat berjalan normal pada Senin pagi. Pegawai masih terlihat masuk bekerja seperti biasa meski kasus kehilangan aset tersebut masih menjadi pembicaraan di area kantor.

Beberapa ruangan terlihat kembali didata untuk memastikan kondisi inventaris yang masih tersisa.

Petugas juga disebut mulai melakukan pengecekan ulang terhadap sejumlah barang inventaris lain di lingkungan kantor pemerintahan.

Di area parkiran kantor, aktivitas kendaraan pegawai terlihat tetap ramai seperti hari kerja biasanya. Namun pembahasan mengenai kasus hilangnya AC masih terdengar di beberapa sudut area perkantoran.

Beberapa pegawai terlihat saling membicarakan kasus tersebut sambil menunggu jam kerja dimulai pada pagi hari.

Ada pula pegawai yang terlihat memeriksa kembali kondisi ruangan kerja masing-masing setelah kabar kehilangan aset tersebut mulai ramai diketahui publik.

Di sisi lain, kasus tersebut juga mulai menjadi bahan pembicaraan masyarakat di warung kopi hingga area pasar sekitar Polewali.

Sebagian warga mengaku cukup terkejut karena kasus pencurian aset pemerintah dengan jumlah besar jarang terjadi di lingkungan kantor pemerintahan daerah.

Kasus seperti ini juga membuat sebagian warga kembali menyoroti pengawasan aset dan jabatan di lingkungan pemerintahan.

Sebelumnya, publik juga sempat menyoroti kasus dugaan korupsi mantan kepala daerah yang ramai diperbincangkan di Bekasi. Hingga kini, kasus tersebut masih ramai dibahas warga di media sosial.

“Kalau dengar motor hilang mungkin biasa, tapi ini AC kantor sampai puluhan unit,” ujar seorang warga sambil berbincang di warung kopi kawasan Polewali.

Beberapa masyarakat bahkan mulai mempertanyakan bagaimana proses pengawasan barang inventaris pemerintah selama ini dilakukan.

Menurut warga, aset pemerintahan seharusnya memiliki pencatatan dan pengawasan yang lebih ketat karena berkaitan langsung dengan fasilitas pelayanan publik.

Meski kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut, aktivitas pelayanan di sejumlah kantor pemerintahan disebut tetap berjalan normal.

Warga masih terlihat datang mengurus berbagai keperluan administrasi seperti biasa pada jam pelayanan pagi hingga siang hari.

Namun suasana di beberapa ruangan kantor memang terlihat berbeda setelah pendingin ruangan tidak lagi terpasang seperti sebelumnya.

Beberapa pegawai bahkan terlihat menggunakan kipas tambahan selama bekerja di siang hari.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengembangan untuk mengetahui kemungkinan adanya pihak lain yang ikut terlibat dalam kasus tersebut maupun jumlah pasti aset yang dilaporkan hilang.

Selain itu, polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya barang inventaris lain yang ikut hilang namun belum terdata secara menyeluruh oleh pihak pemerintah daerah.

Kasus tersebut kini masih menjadi perhatian masyarakat Polewali Mandar dan ramai diperbincangkan di berbagai media sosial lokal sejak akhir pekan lalu.

Posting Komentar untuk "Heboh AC Kantor Pemerintah di Polman Raib Satu per Satu, Polisi Tangkap ASN"